Saturday, July 29, 2017

Review Film - Charlie and the Chocolate Factory (2005) | KMSKJD

Berikut adalah teks review film Charlie and the Chocolate Factory untuk tugas Bahasa Indonesiaku. Semoga membantu~


Tiket Emas dalam Cokelat yang Manis

Judul                : Charlie and the Chocolate Factory
Sutradara         : Tim Burton                     
Tanggal rilis    :
·         Amerika serikat
      15 Juli 2000
      Inggris
      29 Juli 2005
      Australia
      1 September 2005
Pemain                        :


Film ini menceritakan tentang Charlie Bucket, seorang anak yang miskin. Ia tinggal bersama kedua orangtua dan kakek-nenek dari pihak ayah dan ibu. Selain membesarkan Charlie, ibunya harus menjaga kakek-neneknya yang sedang terbaring sakit. Mereka tinggal di sebuah gubuk yang sudah tua, bahkan sudah reyot. Film ini diawali dengan diceritakannya sejarah pabrik cokelat. Ternyata, Kakek Joe pernah bekerja di sana. Kakek bilang, dia akan melakukan apapun demi agar bisa masuk ke sana lagi. Lalu keesokan harinya, terdengar kabar bahwa pemilik pabrik cokelat yang bernama Tuan Willy Wonka telah memasukkan tiket emas ke dalam 5 batang cokelat. Penemu tiket tersebut berhak mengikuti tur ke dalam Pabrik Cokelat Wonka yang terkenal di dunia, termasuk teknik pembuatan cokelat yang sangat dirahasiakan dan pasokan cokelat yang cukup untuk dimakan seumur hidup.
Sebagai anak-anak, Charlie juga ingin mendapatkan tiket emas. Ia menerima satu batang Cokelat Wonka sebagai hadiah ulang tahun dari orangtuanya dan satu batang lagi dari Kakek Joe, tetapi keduanya tidak berisi tiket emas. Ia semakin putus asa ketika mendengar empat tiket emas ternyata sudah ditemukan. Keesokan harinya, ketika ia sedang berada di kota, ia menemukan uang di selokan. Uang itu digunakannya untuk membeli satu batang Cokelat Wonka di toko permen dekat sana. Dibukanya bungkusan coklat itu, yang ternyata berisi sebuah tiket emas. Beberapa orang di sana menawarkan tiket emas dengan uang, tapi pemilik toko meminta Charlie agar segera pulang dan jangan mampir kemanapun.
            Charlie segera memberitahu Kakek Joe, membuat kakek yang tadinya sakit, langsung terlonjak kegirangan. Tapi Charlie berencana akan menjual tiket itu karena tadi ada yang menawarinya uang. Kakek George yang mendengarnya langsung menasihati Charlie bahwa di luar sana uang dicetak setiap hari, tapi tidak dengan tiket emas, karena tiket itu hanya ada lima di dunia dan hanya itu yang pernah ada. Setelahnya, Charlie memutuskan pergi dengan Kakek Joe.
            Pada 1 Februari, semua yang mendapat tiket emas berkumpul di depan gerbang Pabrik Wonka. Mereka disambut dengan aneh. Semuanya menganggap Wonka adalah orang yang aneh, tapi tidak dengan Charlie dan Kakek Joe. Mereka berkeliling pabrik, yang pertama memasuki sebuah ruangan yang terdapat air terjun coklat. Wonka sudah memperingatkan bahwa jangan mengambil cokelat yang ada di sungai, tapi Augustus Gloop si anak yang rakus, tidak mengindahkannya. Augustus pun terjatuh di sungai cokelat dan gugur    Selanjutnya mereka pergi ke ruang penciptaan, di sana Wonka menunjukkan ciptaan barunya yaitu permen karet yang mengandung tiga porsi makan sekaligus. Violet si pengunyah permen karet bersikeras mencobanya meski sudah dilarang. Alhasil, tubuhnya berubah menjadi bulat dan biru seperti bluberi. Dia gugur.
            Perjalanan berlanjut, mereka pergi ke ruang penyortiran kacang. Di sana terdapat banyak tupai yang bertugas mengupas kacang. Veruca, si anak manja meminta pada ayahnya salah seekor tupai di sana, tapi ditolak. Karena sifatnya yang keras kepala, dia memasuki pagar batas dan mengambil salah satu tupai. Merasa terancam, tupai-tupai itu menyerang balik Veruca dan mendorongnya ke arah pembuangan sampah. Sang ayah segera menyusul, tapi Oompa-Loompa mendorongnya sehingga ikut masuk ke pembuangan sampah.
            Tinggal dua anak yang tersisa yaitu Charlie dan Mike. Mereka menaiki lift, lalu Mike memilih satu ruangan, ruang televisi. Di sana Wonka mejelaskan bahwa dia sedang membuat proyek mengirim coklat lewat teleportasi, yang bisa diambil di televisi. Ukuran coklat yang sangat besar berubah menjadi kecil saat di televisi. Karena gila teknologi, Mike memaksa untuk mencoba alat teleportasi yang dia anggap keren. Alhasil, dia masuk televisi dan berubah seukuran telapak tangan. Dia gugur.
            Tersisa Charlie dan kakeknya, Wonka bilang bahwa hadiah utamanya adalah menjadi penerusnya dengan syarat tinggal sendiri di pabrik tanpa keluarga. Charlie menolak, dia pulang ke rumah dengan sang kakek dengan diantar Wonka menaiki lift.
            Keesokan harinya, Charlie menjadi tukang semir sepatu. Dia menyemir sepatu Wonka yang ternyata masih mengikutinya. Charlie bilang, keluarga membatasi mereka karena dia mencintainya. Wonka tidak percaya, Charlie meminta Wonka untuk bertanya pada ayah Wonka. Wonka tadinya menolak, tapi akhirnya setuju kalau ditemani. Mereka pergi ke kota tempat tinggal ayah Wonka yang berprofesi sebagai dokter gigi, Tuan Wilbur Wonka. Sang ayah yang tadinya tidak tahu pun menyadari jika itu Wonka. Ia terkejut karena anaknya mempunyai gigi yang bagus. Mereka pun berbaikan.
            Akhir kisah diceritakan bahwa Wonka tinggal bersama Charlie di gubuk reyotnya. Mereka makan malam bersama, tapi ternyata gubuk itu berada di dalam pabrik. Yang artinya Charlie mau menjadi penerus Wonka.
            Film ini sangat bagus, meskipun sudah sering diputar di televisi tapi tidak membuat kita bosan menontonnya. Selain itu, terkandung pesan yang bermanfaat. Jangan jadi anak yang rakus, sombong, manja, dan egois. Karena akhirnya bisa merugikan diri sendiri. Lalu, kualitas film juga sangat mengesankan. Mungkin karena dibuat di studio yang sudah terkenal
Akting para pemain pun sangat mengesankan. Mereka semua mendalami peran masing-masing, sehingga penonton merasa puas saat menonton film ini. Akting mereka juga bisa membuat penonton sampai terbawa suasana.

            Secara umum, film ini bisa menarik perhatian anak-anak. Apalagi anak yang suka dengan coklat dan permen.




By : Feby Baozi
Jangan lupa beri credit ya kalau mau copy ^^

4 comments: